Disbudpar Gelar Diklat bagi Pramuwisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bima bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB menggelar pendidikan dan pelatihan bagi 30 orang Pramuwisata yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bima  Senin, (10/6) bertempat di Museum ASI Mbojo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima H. Nurdin, SH dalam pengantarnya menyatakan, seorang pemandu wisata harus memiliki sifat-sifat seperti sopan santun, peramah, penuh kewajaran, tidak over acting atau easy going, mudah menyesuaikan diri, rasa humor yang yang sehat dan terkontrol dan penampilan yang menyenangkan atau setidaknya dapat diterima oleh orang lain. “Penampilan sangat penting artinya dalam menciptakan kesan pertama. Kesan pertama sangat penting untuk merebut simpati.  Keberhasilan merebut simpati merupakan pintu gerbang untuk memenangkan keberhasilan-keberhasilan berikutnya,” katanya.

Hal inilah yang akan menjadi fokus pembahasan pada pendidikan dan pelatihan yang akan berlangsung selama 7 hari, mulai tanggal 10 Juni hingga 16 Juni 2013.
Kegiatan ini sendiri mendatangkan pemateri dari Provinsi seperti Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB H. Ainuddin, SH, MH yang mengulas pemahaman lintas budaya (Cross Culture Understanding), Sekretaris DPD HPI NTB Lalu Mahsun yang mengupas masalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan 3 orang pemateri lainnya dengan materi yang berbeda.

Sementara itu, Nunung Triningsih selaku Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan kualitas para pemandu/pramuwisata khususnya di Kabupaten Bima. 

“Melalui pembekalan tersebut para pemandu wisata mampu menerapkan prinsip dasar kepemanduan sekaligus memberikan pelayanan prima kepada wisatawan. Diyakini hal itu akan memberikan kepuasaan wisatawan sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Nantinya, bagi seluruh peserta pramuwisata  akan diberikan lisensi, karena lisensi bagi seorang pramuwisata sangat penting artinya. Dengan lisensi tersebut seorang pramuwisata bisa dianggap mampu dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pemandu bagi wisatawan yang ingin melihat berbagai objek wisata di daerah itu. 

Dengan adanya lisensi itu, seorang pramuwisata juga tidak dianggap pemandu wisata gelap (unlicensed) dalam menjalankan profesinya dilapangan, terutama oleh wisatawan yang ingin memanfaatkan jasa pemandu wisata.

Dalam pengurusan lisensi tidak ada syarat-syarat yang memberatkan karena hanya mengikuti pelatihan kepramuwisataan sesuai dengan jumlah jam yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Syarat-syarat menjadi pramuwisata berlisensi yakni usia mencukupi, minimal tamat SMA atau sederajat dan yang paling utama menguasai bahasa asing baik secara lisan maupun tulisan,” tutup Nunung. (smd)

Share this post :

VIDEO KAMPUNG MEDIA

Arsip Kabar

Pengikut

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RIMPU CILI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger